Home » , , , , , , , , » Jejak Stasiun Salemba, Stasiun Sentral yang Terlupakan

Jejak Stasiun Salemba, Stasiun Sentral yang Terlupakan

Written By admin on Rabu, 07 Juni 2017 | Juni 07, 2017


harian365.com - Sejak tetap bernama Hindia Belanda, kota Jakarta (dulu Batavia) telah mempunyai jaringan rel kereta api serta trem yang lumayan baik. Salah satunya lintasan kereta api dari Kramat sampai ke Tanah Abang, melalui Stasiun Salemba, stasiun mati yang berada di belakang Pasar Kenari.

Bangunan stasiun sendiri sekarang telah beralih jadi rumah petak warga. Vice President Corporate Communication PT KAI (Persero), Agus Komarudin, mengungkapkan lantaran letaknya yang berada di tengah Batavia, menjadikan Stasiun Salemba dulunya dipakai sebagai stasiun sentral, sebelum kemudian digantikan manfaatnya oleh Stasiun Manggarai.

"Bersamaan dioperasikan lintas penghubung ketiga jalur dibuka juga Halte Salemba, yang kemudian pada perkembangannya berganti menjadi stasiun. Posisi Stasiun Salemba sangat taktik jadi mempunyai peran penting percabanga kereta apo," jelas Agus terhadap harianhot, Rabu (7/6/2017).


Di Jakarta saat itu tersedia berbagai perusahaan kereta api milik swasta serta pemerintah. Perusahaan swasta Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) membangun jaringan rel pertama kali di Jakarta dengan lintasan Jakarta-Bogor yang dibuka tahun 1873.

Kemudian perusahaan pemerintah Staatssporwegen (SS )membangun jaringan Jakarta-Tanjung Priok yang diresmikan tahun 1886, serta Jakarta -Anyer dengan cabang Duri-Tangerang tahun 1899.

Sementara Bataviasche Ooster Spoorweg Maatscappij (NOS) membuka jalur timur yakni Jakarta-Bekasi-Karawang yang tahun 1989 diambil alh oleh SS.

Menurut Agus, Sebagai penghubung jalan kereta api di tengah, barat, serta timur, dibuat jaringan kereta api yang yang diperkirakan dibuat oleh SS antara tahun 1896-1905.

Jalur ini meliputi jalur barat SS,yakni selatan Halte Tanah Akang melalui jalur tengah NISM dilanjutkan ke kawasan Salemba menuju jalur timur BOS.


Tahun 1913, SS membeli jalan lintas Jakarta-Bogor milik NISM sebagai upaya mengoptimalisasi jalur tahap barat. Seusai SS menguasi seluruh jaringan rel kereta api di Jakarta. SS menata ulang jalur kereta api di Jakarta, semacam membongkar Stasiun Boekitdoeri eks-NISM dan membangun Stasiun Manggarai yang diresmikan pada tanggal 1 Mei 1918.

"Membangun Balai Yasa Manggarai sebagai tempat pembetulan lokomotif dan kereta, dan membangun jalur kereta api menuju Jatinegara melalui rute semacam kini ini. Penataan ulang ini membikin peranan Stasiun Salemba tergantikan oleh Stasiun Manggarai," kata Agus.


Hal ini bisa dibuktikan dengan mulai tak beroperasinya jalur yang melalui Stasiun Salemba. Pada peta Batavia tahun 1925, jalur cabang Stasiun Salemba-Stasiun Pasar Senen telah tak beroperasi. Kemudian cabang Stasiun Salemba-Jatinegara pada peta tahun 1945 telah tak terkesan lagi.




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger