Home » , , , , , , , , , , , » Ini Aktivitas Bocah Penemu Listrik dari Pohon Kedondong Saat Ramadan

Ini Aktivitas Bocah Penemu Listrik dari Pohon Kedondong Saat Ramadan

Written By admin on Selasa, 06 Juni 2017 | Juni 06, 2017


harian365.com - Berpuasa pada bulan Ramadan tak membikin sang penemu listips dari pohon kedondong, Naufal Raziq bermalas-malasan. Justru bocah asal Aceh ini makin mengembangkan temuannya setiap hari. 

Saat ditemui harianhot di rumahnya, Desa Kampung Baru, Kota Langsa, Aceh, Naufal tengah asyik dengan temuannya itu. Dirinya memeriksa setiap pohon kedondong untuk menonton jumlah arus listips yang terkandung di dalamnya. 


"Ya, setiap harinya saya cek. Kadang siang, kadang sore. Untuk menonton aja berapa arus yang ada di dalam pohon kedondongnya. Kan dirinya (kedondong) dapat berubah-berubah," kata Naufal.

Naufal yang baru lulus dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Langsa ini bercerita, setiap pohon kedondong itu mempunyai kandungan asam yang tak sama-beda. Karena itu, ia memeriksa pohon setiap harinya memakai alat multitester. 


Apabila kondisi cuaca tengah panas terik, ia bakal menyiram pohon-pohon kedondong tersebut. Untuk menghasilkan listips yang baik, Naufal membahas pohon kedondongnya itu minimal diameternya 30 centimeter. Kalau lebih dari 30 centimeter dikatakannya malah lebih keren.

Dari 4 pohon kedondong itu dapat mengnasibkan satu buah bola lampu. Kalau mau nasib satu rumah minimal 10 pohon. Ketahanannya dapat hingga 12 jam.

"Untuk sekarang kami upayakan pakainya untuk malam aja. Kalau siang di charging. Sistemnya hampir sama dengan solar cell. Kalau dia, dari matahari kemudian ke baterai dan lampu. Begitupun dengan ini, siangnya kami ngecas lagi. Dayanya disimpan di baterai, malamnya dinyalakan hingga 12 jam lamanya. Cuma sekarang baru dapat satu buah bola lampu dalam 4 pohonnya. Semoga ke depan dapat lebih tak sedikit lagi dengan pengembangan yang sedang saya perbuat," sebut Naufal. 

Eksperimen Naufal itu sangat dinamis. Tak perlu modal tak sedikit, pohon-pohonnya gampang di cari dan bahan lainnya pun tak sukar semacam elektroda (tembaga dan logam) dan kabel.


"Tembaga dan besi di masukkan ke dalam pohon dengan cara vertikal. Manfaatnya untuk merubah asam menjadi listips. Kemudian dari elektroda arusnya disemakinkan melewati kabel-kabel yang tersambung ke bola lampu dan langsung nasib. Kalau mau awet dayanya dapat disimpan di baterai melewati proses charging. Terpenting elektrodanya itu masuk dengan baik di dalam batang pohon," tambah Naufal. 

Kata Naufal, sebelum dirinya mengawali eksperimennya dengan pohon kedondong, dirinya juga pernah mencoba dengan berbagai pohon lainnya semacam mangga, belimbing, asam jawa maupun kentang.

"Pada tahun 2014, saya mengawalinya dengan buah kentang. Waktu itu, saya pun pernah ikut lomba teknologi cocok guna di Langsa. Alhamdulillah, juara andalan 1. Saya tak menyerah, saya mencoba berbagai pohon lagi semacam mangga, belimbing dan asam jawa. Pohon-pohon itu ada kelebihan dan ketidak lebihannya. Pada tahun 2015, saya coba dengan pohon kedondong psupaya dan hasilnya semacam sekarang," imbuh Naufal.


Dengan kecerdasannya itu, Naufal mempunyai segudang apresiasi dari tingkat lokal maupun nasional. Diapun berpeluang menemui Menteri ESDM Ignasius Jonan di Jakarta serta mendapat apresiasi. 

Kini temuan Naufal sudah sukses menerangi puluhan rumah di Desa Tampur Paloh, Aceh Timur, Aceh. Di sana, ada 144 Kepala Keluarga yang belum memperoleh ajaran listips. Naufal bertekad bakal mengembangkan temuannya itu agar dapat menerangi seluruh rumah di desa tersebut. 






Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger