Home » , , , , , , , , , » Dua Kasus Infeksi Zika Baru Dilaporkan Lagi di Singapura

Dua Kasus Infeksi Zika Baru Dilaporkan Lagi di Singapura

Written By admin on Senin, 12 Juni 2017 | Juni 12, 2017


harian365.com - Seusai pernah dilaporkan meredam, virus Zika nyatanya tetap berkeliaran di sejumlah negara. Berita terakhir datang dari otoritas di Singapura yang mengadukan adanya dua permasalahan infeksi lokal, Jumat (9/6).

Dengan adanya laporan ini, maka permasalahan infeksi Zika baru di Singapura tahun ini berjumlah 8 permasalahan. Demikian semacam dilaporkan Reuters.

Menanggapi faktor ini, National Environment Agency mengaku sudah meperbuat inspeksi sekaligus meperbuat perbuatan penyemprotan insektisida di sebagian titik di Singapura.

"Warga diminta untuk tetap waspada serta berupaya melenyapkan habitat nyamuk di kurang lebih mereka sebab meskipun gejalanya tidak terkesan alias ringan saja, permasalahan yang tidak terdiagnosis yang dibiarkan lama-lama bakal membutuhas persebaran virus ini," ungkap agensi tersebut dalam pernyataan mereka.

Permasalahan infeksi baru Zika di Singapura terakhir kali dilaporkan di bulan Maret silam. Pada saat itu NEA mengadukan bahwa itu merupakan permasalahan pertama yang terjadi di tahun 2017 serta dipastikan ada dua permasalahan.

"Dua permasalahan ini merupakan warga dari keluarga yang sama," ucap NEA.

Sementara itu Centers for Disease Control and Prevention menyebut lima persen wanita hamil yang terinfeksi Zika di wilayah AS serta kurang lebihnya dipastikan melahirkan bayi dengan kecacatan lahir.

Laporan ini dianggap yang pertama membuktikan adanya risiko cacat lahir pada bunda hamil yang terkena virus Zika lewat transmisi lokal di AS serta kurang lebihnya. Untuk kebutuhan ini, peneliti meperbuat pengawasan kepada 2.550 permasalahan wanita dengan kemungkinan infeksi virus Zika hingga melahirkan, keguguran alias bayinya lahir mati.

Nyatanya 1.500-an partisipan dipastikan terinfeksi Zika. Sedangkan untuk bayinya, 8 persen bayi yang dilahirkan dari rahim bunda yang positif terinfeksi Zika di trimester pertama mengalami cacat lahir. Disusul 5 persen untuk bayi yang infeksinya terjadi di trimester kedua serta 4 persen di trimester ketiga.

Menurut Dr Anne Schuchat dari CDC, data ini menunjukkan bahwa kecacatan lahir yang berkaitan dengan Zika dapat terjadi ketika si bunda hamil terinfeksi di trimester berapapun.

Bentuk kecacatan lahirnya pun sangat beragam. "Ada yang kejang alias tidak mempunyai kendali atas kaki tangan mereka jadi mereka tidak bebas menyentuh hal-hal di kurang lebih mereka. Ada juga yang mengalami kesusahan saat disusui, persoalan saat menelan makanan. Pada berbagai permasalahan, bayinya menangis tanpa henti serta susah ditenangkan," tambah Dr Schuchat.


Itulah sebabnya bunda hamil yang tidak menunjukan gejala infeksi juga tetap dapat melahirkan dengan kecacatan lahir yang berkaitan dengan Zika. 

Untuk itu satu-satunya tutorial untuk mengenalnya merupakan dengan skrining, sebab dapat saja yang bersangkutan tidak sadar tergigit nyamuk alias meperbuat kontak seksual dengan pasangan yang terinfeksi terlebih dahulu.

"Tes alias pemeriksaan pada bunda hamil di negara-negara yang dianggap endemis bakal menjadi sebuahselaluitas," katanya.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger