Home » , , , , , , , , , » Djarot Ingin RPTRA Bikin Pancasila Jadi Booming di Masyarakat

Djarot Ingin RPTRA Bikin Pancasila Jadi Booming di Masyarakat

Written By admin on Selasa, 13 Juni 2017 | Juni 13, 2017


harian365.com - Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengajak berbagai perwakilan perusahaan yang selagi ini berkontribusi dalam pembangunan Ruang Publik Terpada Ramah Anak (RPTRA) ke Balai Kota. Djarot mengajak para pengusaha sebagai bentuk ucapan terima kasihnya sebab telah bersedia membangun RPTRA.

"Saya mewakili Pak Basuki (Ahok) mengucapkan terima kasih terhadap Bapak Bunda sekalian telah share, sebab memberbagi sesuatu yang berkualitas bagi masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih," kata Djarot di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (13/6/2017).

Djarot mengingatkan, RPTRA jangan dilihat sebagai benda mati semata. Sebab, di dalam RPTRA tersebut ada tak sedikit permainan untuk anak serta ruang terbuka untuk warga. Dirinya juga berharap RPTRA menjadi kawasan yang dinamis bagi semua warga Jakarta. Sebab, RPTRA dibuat untuk tempat berinteraksi warga.


"Kalau kami menonton RPTRA, kami tak boleh hanya menonton benda yang mati serta di situ ada alat permainan, ruang terbuka. Tapi RPTRA, saya harapkan sehingga sebuahkawasan dinamis, bagaimana warga Jakarta membutuhkan satu ruang di mana dapat berinteraksi antar satu serta yang lain," ujar Djarot.

"Jakarta adalah milik kami semua," lanjutnya.

Selain itu, Djarot ingin RPTRA dapat dijadikan tempat untuk menggelorakan kembali kualitas-kualitas Pancasila. Sebab, lanjut Djarot, dalam membangun sebuah bangsa wajib dimulai dari individu. RPTRA sebagai tempat berkumpul warga adalah tempat yang tepat untuk saling belajar, menerapkan, serta melestarikan kualitas-kualitas Pancasila. Intinya, Pancasila wajib menjadi tren besar dalam bermasyarakat.

"Kalau kami ingin bangun bangsa kita, kami mulai dari individu. Individu bakal membentuk keluarga. Keluarga buat komunitas. Dari komunitas sehingga bangsa. Kalau berkali-kali disampaikan, bahkan Presiden hinggakan soal ideologi Pancasia. RPTRA tempat mem-booming-kan Pancasila dari sumbernya. Asalnya itu dari individu serta keluarga," ujar Djarot.

Malahan, Djarot berpendapat RPTRA sebagai oase di tengah sikap individualisme warga Jakarta. Tidak hanya itu, RPTRA juga adalah oase di tengah ketegangan yang ada di Jakarta.


Tantangan ke depan soal RPTRA bukan soal pembangunan melainkan perawatan. Sebab, imbuh Djarot, selagi ini Indonesia tak pandai dalam memelihara barang sebab tak sempat merasa mempunyai.

"Bangsa kami bangsa yang pintar membangun tapi tak pandai memelihara. Sebab merasa bukan miliknya. Padahal RPTRA itu milik warga semua," tutupnya.

Perusahaan yang diundang oleh Djarot antara lain PT. Pembangunan Jaya, PT Summarecon Agung, PT Astra Internasional, PT Agung Sedayu, PT Ciputra, Metropolitan Kencana, PT Djarum/blibli.com, PT Intiland, PT Agung Podomoro land, Yayasan Dharma Suci, PT Gajah tunggal, PT Indofood Berhasil Makmur, PT Andalan Global Niaga, PT Nestle, PT Green Food, PT Sinarmas Land serta PT Bintang 7. 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger