Home » , , , , , , , , , , , » Deteksi Dini Kanker Serviks, Siapa Saja yang 'Wajib' Melakukannya?

Deteksi Dini Kanker Serviks, Siapa Saja yang 'Wajib' Melakukannya?

Written By admin on Minggu, 11 Juni 2017 | Juni 11, 2017


harian365.com - Kanker serviks yang merenggut nyawa Julia Perez atau Jupe dapat menjangkiti siapa saja. Deteksi dini diperlukan untuk mencegah kematian dampak penanganan yang telat.

"Semua perempuan yang dengan cara seksual telah aktif, wajib meperbuat deteksi dini," pesan Dr Nurdadi Saleh, SpOG dari Perkumpulan Obstetri serta Ginekologi Indonesia (POGI) saat dihubungi harianhealth, Sabtu (10/6/2017).

Deteksi dini, menurut dr Nurdadi diperbuat antara lain dengan pulasan asam asetat. Berbagai orang menyebutnya IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat), yang tak jarang diplesetkan menjadi 'Intip Vagina Anda'. Dapat juga dengan teknik lain yaitu papsmear.

Menurut dr Nurdadi, deteksi dini sebaiknya diperbuat setahun sekali. Terus dini kanker serviks terdeteksi, maka kesempatan kesembuhan bakal terus besar. Celakanya, sebagian besar pengidap kanker serviks datang ketika telah stadium lanjut

Pencegahan lain yang dapat diperbuat merupakan dengan menghindari perilaku seks berisiko. Anjuran paling mutlak merupakan setia dengan pasangan masing-masing, serta apabila terbukti diperlukan maka proteksi memakai kondom dapat mengurangi risiko penularan HPV (Human Papilloma Virus) penyebab kanker serviks.


Tidak kalah pentingnya, dr Nurdadi mengingatkan bahwa infeksi HPV dapat dicegah dengan vaksinasi. Usia remaja paling ideal untuk vaksinasi, sebab butuh waktu kurang lebih 5 tahun sejak penyuntikan sampai sangatlah terlindungi dari infeksi HPV.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger