Home » , , , , , , , , , » Derita Miss V yang Terlupakan Saat Olahraga

Derita Miss V yang Terlupakan Saat Olahraga

Written By admin on Kamis, 15 Juni 2017 | Juni 15, 2017


harian365.com - Olahraga selalu sangat dianjurkan untuk kebugaran serta kesehatan. Tetapi segi lain yang tak jarang terlupakan, olahraga juga tak jarang memberbagi akibat kurang baik bagi organ intim kewanitaan.

Mulai dari gatal-gatal sampai nyeri, beberapa keluhan pada Miss V kerap terlupakan ketika olahraga. Meski dapat dicegah, tak jarangkali terbukti tak dapat terhindarkan.

Pastinya tak dapat menjadi argumen untuk tak olahraga. Setidaknya, dengan mengenal akibat yang terjadi pada Miss V saat berolahraga maka risikonya dapat ditidak lebihi.

Beberapa keluhan pada Miss V saat olahraga antara lain sebagai berikut.


1. Iritasi saat berlari
Gesekan antara pakaian olahraga maupun celana dalam, dengan kulit di area Miss V adalah persoalan yang umum terjadi saat olahraga, khususnya lari jarak jauh. Nyeri dan ruam kerap ditemukan juga di area kurang lebihnya, semacam pangkal paha dan paha dalam.

Lalu bagaimana mencegahnya? Dikutip dari Health.com, seorang pakar kandungan di New York, Alyssa Dweck, MD, menyarankan untuk memilih pakaian yang lebih ketat tetapi masih enjoy, dan menyerap kelembaban. Mengoleskan krim juga dapat mengurangi keluhan tersebut.


2. Nyeri di bibir Miss saat bersepeda
Baik dengan sepeda statis maupun sepeda betulan, tekanan dengan sadel dapat memicu 'saddle sores'. Keluhan nyeri dampak duduk terlalu lama di sadel kadang memicu blister di tahap vulva alias bibir vagina.

Memakai celana dengan pad khusus bersepeda, diklaim dapat mengurangi keluhan ini. Dapat juga dengan memakai Anti-Chafe Cream yang tak sedikit dipasarkan di pasaran.


3. Infeksi saat berenang
Berlama-lama mengenakan pakaian renang seusai berakhir latihan, bakal membikin area Miss V terlalu lembab. Mikroba bakal berkembang biak lebih cepat, serta dapat memicu infeksi. Yeast alias ragi merupakan tipe mikroba yang dengan cara alamiah ada di Miss V, serta paling tak sedikit memicu infeksi pada pecinta olahraga renang.

Supaya tak mengalami infeksi, dianjurkan untuk segera mandi serta berganti baju seusai berakhir latihan. Ini berlaku untuk tipe olahraga apapun, karena mikroba sangat suka dengan kelembaban.



4. Ruam dampak keringat

Sama semacam pada poin sebelumnya, celana yang basah oleh keringat sebaiknya segera diganti begitu berakhir latihan. Kelembaban yang tak terkontrol merupakan kondisi yang sangat disukai oleh bakteri serta mikroba lainnya, untuk berkembang biak. Kondisi ini juga dapat memicu infeksi.







Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger