Home » , , , , , , , , , , » Depresi Mengintai Pria yang Insomnia dan Tidur Ngorok

Depresi Mengintai Pria yang Insomnia dan Tidur Ngorok

Written By admin on Rabu, 21 Juni 2017 | Juni 21, 2017


harian365.com - Risiko depresi selain timbul dampak trauma alias rasa kecewa berkepanjangan. Studi terakhir dari Australia menyebut depresi juga mengintai orang-orang yang mempunyai gangguan tidur semacam sleep apnea serta insomnia.

dr Carol Lang dari Basil Hetzel Institute, University of Adelaide Queen Elizabeth Hospital Campus, meperbuat penelitian terhadap 700 partisipan pria. 323 Partisipan mempunyai gangguan tidur sleep apnea, yang ditandai dengan ngorok luar biasa saat tidur, 37 mengidap insomnia, serta 47 lainnya mempunyai dua gangguan tersebut.

Hasil penelitian menyebut hanya 8 persen dari pengidap sleep apnea yang mengalami depresi. Sementara pasien tidak bisa tidur yang mengalami depresi sedikit lebih tinggi, yakni 22 persen.


Tetapi pada pria yang mempunyai sleep apnea serta tidak bisa tidur sekaligus, persentasi pengidap depresinya lumayan tinggi, 43 persen. Peneliti menduga faktor ini ada kaitannya dengan tidak lebihnya jam tidur sekaligus kurang baiknya nilai tidur yang bisa menyebabkan persoalan pada kesehatan jiwa.

"Sleep apnea serta tidak bisa tidur adalah dua tipe gangguan tidur yang paling tidak sedikit ditemui di masyarakat. Hasil penelitian menyebut mempunyai dua gangguan ini sangat menurunkan kesehatan fisik serta jiwa seseorang," papar Lang, dikutip dari Reuters.


Sleep apnea adalah gangguan tidur yang membikin pasiennya kesusahan bernapas sebab saluran pernapasan yang menyempit alias terganggu, jadi memunculkan suara ngorok yang sangat terasa. Pasien sleep apnea bisa tidur lebih nyenyak apabila memakai alat continous positive airway pressure (CPAP) yang dipasarkan di pasaran.

Sementara tidak bisa tidur adalah gangguan tidur yang membikin pasiennya kesusahan untuk tidur di malam hari, mudah tersadar saat tidur, alias tidak bisa tidur dalam waktu lama. Faktor ini membikin pengidapnya tidak lebih istirahat serta tidak jarang merasa lemas di siang hari.

"Apabila mengalami gangguan tidur, sebaiknya segera periksakan ke dokter alias klinik spesialis tidur supaya tidak merusak kesehatan jiwa Anda," tutupnya.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger