Home » , , , , , , , , , , » Bukan, Desa Paling Hijau di Dunia Ini Bukan di Eropa

Bukan, Desa Paling Hijau di Dunia Ini Bukan di Eropa

Written By admin on Selasa, 06 Juni 2017 | Juni 06, 2017


harian365.com - Desa yang ditinggalkan penduduknya ini tidak disangka menjadi begitu gambargenik. Nuansa hijau menyelimuti dengan dinding bangunan ditumbuhi tanaman merambat.

Berkunjung ke desa yang satu ini, traveler bakal dimanjakan dengan pemandangan rumah-rumah hijau sejauh mata memandang. Desa tersebut bernama Houtouwan, di Pulau Shengsi, Zhousan, China.

Warna hijau dari beberapa bangunan di desa itu bukanlah dari cat, melainkan flora merambat yang melapisi seluruh dinding sampai atapnya. Kisahnya, dahulu Houtouwan adalah suatu  desa yang ditinggali lebih dari 2.000 melayan serta keluarganya.

Dilansir dari Reuters, Senin (5/6/2017), ada kurang lebih 500 rumah di sana. Penduduk pun tinggal dengan damai di sana. Sampai pada awal tahun 1990-an, Houtouwan mulai ditinggalkan penduduknya yang termasuk kaya.


Tak diketahui penyebab tentu yang membikin mereka mulai pindah ke luar pulau. Ada yang menyebut pendapatan sebagai nelayan mulai bertidak lebih, ada pula hal-hal lain semacam andalan jalan masuk edukasi, distribusi makanan, serta pastinya kenasiban yang lebih baik di luar pulau.

Tahun silih berganti, terus tidak sedikit warga yang pindah ke luar pulau. Tahun 1994, hampir semua penduduk sudah meninggalkan desa. Meninggalkan rumah-rumah kosong tidak terurus. Hanya beberapa orang saja yang tetap bersi kukuh tinggal di sana.

Lambat laun, rumah-rumah yang ditinggalkan itu mulai rusak tergerus waktu serta dindingnya ditumbuhi tanaman merambat, begitu pula atapnya. Belum lagi halaman kurang lebihnya yang juga ditumbuhi tanaman subur.


Tak ayal, sejauh mata memandangan yang terkesan merupakan pemandangan rumah yang hijau. Terbukti bukan dari pepohonan yang tinggi melainkan dari tanaman yang terus tumbuh menutupi beberapa segi bekas rumah penduduk. Membikinnya menjadi salah satu desa paling hijau di dunia.

Hingga pada sebuahwaktu, sejumlah traveler mulai datang ke desa. Lama kelamaan terus tak sedikit traveler yang datang untuk menikmati pemandangan bekas desa nelayan yang saat ini tampak begitu gambargenik.


Rata-rata turis yang datang mengangkat kamera mereka. Houtouwan yang tadinya telah semacam desa mati, kembali ramai dengan wisatawan dan gambargrafer yang berburu gambar. Ratusan orang dapat datang ke sana setiap harinya.

Warga yang dulunya telah pindah pun akhirnya ada yang kembali ke pulau untuk memandu wisata. Menceritakan sejarah, mengantar berkeliling di jalanan yang tetap aman dilalui, dan menunjukkan spot-spot hebat buat memotret. Ada pula yang menjual minuman untuk pengunjung.






Sumber : hariantravel

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger