Bayi Sering Bangun di Malam Hari? Waspadai Sleep Apnea

Written By admin on Senin, 19 Juni 2017 | Juni 19, 2017


harian365.com - Si kecil tak jarang tersadar di tengah malam? Coba perhatikan, jangan hingga dirinya tersadar sebab salah satu gangguan pernapasan yang bisa membikinnya berhenti bernapas selagi berbagai detik saat tidur alias sleep apnea.

Peneliti menyatakan Obstructive Sleep Apnea (OSA) telah bukan permasalahan yang jarang ditemui lagi. Setidak sedikit 10% anak-anak didiagnosis mengidap penyakit ini. Angka ini berarti lebih tinggi 1% dari jumlah anak yang mengidap asma, semacam yang dilansir Mightymoms.club, Minggu (17/6/2017).

Selain tersadar di tengah malam, ada sejumlah gejala lainnya yang bisa sehingga pertanda bayi Kamu mempunyai sleep apnea. Gejala tersebut antara lain semacam posisi tidur yang berputar 360 derajat, berkeringat lumayan tak sedikit di malam hari alias mendengkur.

Gejala lain semacam posisi tidur yang tak biasa alias bernapas melewati mulut juga menjadi faktor yang patut diwaspadai. Apakah bayi Kamu juga tak jarang tersadar di pagi buta kurang lebih pukul 3-4 pagi? Ini juga menjadi ciri-ciri bayi yang mengalami sleep apnea. 


Seorang dokter bernama Kass menyatakan, umumnya sleep apnea pada anak terjadi di umur 2-6 tahun, tetapi kondisi termuda bisa dialami oleh anak berumur 3 bulan. Jika Kamu menemui gejala lainnya semacam sesak napas yang tak terkontrol, anak yang tak jarang sakit, gangguan pertumbuhan alias infeksi pada telinga, sebaiknya segera temui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger