Home » , , , , , , , , » Anak Oki Setiana Dewi Kena Campak, Dokter Ingatkan Pentingnya Vaksinasi

Anak Oki Setiana Dewi Kena Campak, Dokter Ingatkan Pentingnya Vaksinasi

Written By admin on Rabu, 14 Juni 2017 | Juni 14, 2017


harian365.com - Artis Oki Setiana Dewi diberitakan sedang khawatir kepada kondisi dua putrinya Maryam Nusaibah Abdullah serta Khadeejah Faatimah Abdullah yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit sebab terserang penyakit campak. Menurut kesaksian Oki sakit campak yang diderita buah hatinya itu dapat dibilang lumayan berat.

Campak sendiri merupakan penyakit yang dikarenakan oleh virus serta sebenarnya dapat dicegah dengan vaksinasi. Lewat vaksinasi permasalahan campak ini dapat ditekan tetapi dalam berbagai tahun terbaru dunia mulai menonton kembali kenaikkan permasalahan sebab maraknya gerakan alias pemahaman anti vaksin.

Terkait faktor tersebut pendiri Rumah Vaksinasi dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), berbicara dalam status media sosial Facebook bahwa ia telah sempat menyarankan Oki untuk memvaksin anak. Tetapi demikian tampaknya Oki tak mengindahkan saran tersebut.


"Dulu telah saya ingatkan mbak Oki ini untuk imunisasi anaknya... Tapi nyatanya malah jadi antivaks... Semoga seusai ini jadi berubah ya," tulis dr Piprim di halaman Facebooknya yang kemudian menjadi viral.

Mereka yang menolak vaksin alias anti vaksin di Indonesia sebagian besar khawatir kepada kandungan di dalamnya. Berbagai orang tua percaya bahwa vaksin memakai babi yang diharamkan dalam aliran islam, mengandung bahan berbahaya, sampai dipercaya propaganda dari yahudi.

Menanggapi faktor tersebut berkali-kali para pakar kesehatan membantahnya serta memberbagi jaminan bahwa vaksin aman dipakai. Vaksin harus yang dipakai dalam Pekan Imunisasi Nasional (PIN) umpama telah melewati beragam uji klinis jadi memang khasiatnya.


Mantan Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Prof dr Sri Rezeki Hadinegoro, SpA(K), sempat berbicara pada masyarakat Indonesia kadang tak lumayan penjelasan dari tenaga kesehatan saja. Pemuka agama butuh dilibatkan jadi masyarakat lebih mudah menerima.

"Yang semacam ini nggak dapat didekati hanya oleh tenaga kesehatan. Kadang pemuka agama juga butuh turun tangan," kata Prof Sri berbagai waktu lalu.

Sementara itu di berbagai negara pendekatan lebih agresif diperbuat terkait gerakan anti vaksin ini. Bagi orang tua yang menolak vaksin maka sanksi dapat diberbagi mulai dari anak dilarang bersekolah, denda, sampai hukuman penjara.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger