Home » , , , , , , , , » Aksi-aksi Teror di Inggris dalam 3 Bulan Terakhir

Aksi-aksi Teror di Inggris dalam 3 Bulan Terakhir

Written By admin on Minggu, 04 Juni 2017 | Juni 04, 2017


harian365.com - Inggris lumayan tak jarang menjadi target aksi teror. Sejak 3 bulan terbaru, setidaknya ada 4 aksi teror di Inggris.

Pada Rabu (22/3) lalu, serangan teror terjadi di jantung kota London yang menewaskan seorang polisi serta dua warga sipil. Pelaku dalam teror di London ini menabrakkan mobilnya ke arah orang-orang yang ada di jalur pejalan kaki Jembatan Westminster. 

Pelaku kemudian keluar mobil serta berlari ke gerbang Gedung Parlemen sambil mengangkat dua pisau besar. Di dekat post keamanan, pelaku menyerang seorang polisi yang sedang berjaga. 

Polisi bernama Keith Palmer itu tak mengangkat senjata saat diserang serta akhirnya tewas. Sebelum pernah masuk ke dalam Gedung Parlemen, pelaku ditembak mati polisi lainnya yang mengangkat senjata. 


Pelaku diketahui adalah pria kelahian Inggris. Kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan teror itu.

"Pelaku serangan kemarin (22/3) di depan Gedung Parlemen Inggris di London adalah seorang prajurit Daulah Islamiyah (nama lain ISIS)," demikian pernyataan ISIS melewati kantor kabar miliknya, Amaq, semacam dilansir Reuters, Kamis (23/3).

Dalam momen keji ini, lebih dari 40 orang menjadi korban luka. Walau sebagian besar korban adalah warga Inggris, setidaknya korban-korban tersebut berasal dari 11 negara tak sama. 

"Selain 12 warga Inggris yang dibawa ke rumah sakit, kami tahu bahwa para korban tergolong tiga anak-anak asal Prancis, dua warga Rumania, empat warga Korea Selatan (Korsel), satu warga Jerman, satu warga Polandia, satu warga Irlandia, satu warga China, satu warga Italia, satu warga Amerika serta dua warga Yunani," terang PM May dengan cara rinci.


Seusai di Jembatan Westminster, aksi teror di Inggris terjadi di Manchester, Senin (22/5) malam waktu setempat. Aksi bom bunuh diri tersebut diperbuat seorang pemuda Inggris keturunan Libya, Salman Abedi (22), di lokasi konser Ariana Grande, cocoknya di Manchester Arena.

Sedikitnya 22 orang, tergolong anak-anak, tewas dampak teror bom ini. Abedi meledakkan diri dengan bom rakitan di salah satu pintu keluar Manchester Arena sesaat usai konser beres. Tak sedikit penonton konser Ariana Grande tetap berumur anak-anak serta remaja. 

Ledakan itu juga menewaskan Abedi. Tidak hanya menewaskan 22 orang, setidak sedikit 59 orang lainnya luka-luka dalam serangan bom itu. Pada aksi teror ini, ISIS juga mengklaim turut bertanggung jawab.


Aksi teror pun kembali terjadi pada Sabtu (3/6) malam waktu setempat di London. Pertama di London Bridge serta kedua di Borough Market. Sebetulnya terjadi juga momen di Vauxhall, London Selatan, hanya saja di lokasi ini, polisi Inggris tak menyebutnya sebagai aksi teror.

Dua serangan itu merupakan mobil van menabrak pejalan kaki di London Bridge serta serangan bersenjatakan pisau juga dilaporkan di kafe dekat lokasi. Dilansir CNN, Minggu (4/6/2017), saksi mata mengabarkan kepanikan terjadi di lokasi yang dekat dengan transport hub serta di lokasi yang padat dengan restoran serta bar.

Tak lama usai kejadian itu, dilaporkan terjadi serangan di Borough Market yang berada di selatan Sungai Thames. Seorang sopir taksi menyebut tiga orang berlari ke pasar serta menusuk orang-orang, tergolong seorang gadis muda, kemudian mereka melarikan diri.


Seorang saksi mata di London Bridge menyebut dirinya menonton tiga orang menusuk orang-orang sambil berteriak 'ini untuk Allah'. Polisi kemudian masuk ke bar serta restoran yang ada di area Southwark kurang lebih pukul 23.00 waktu setempat serta berbicara ke pengunjung supaya tiarap.

Seusai tengah malam, polisi lalu menyebut ada momen ketiga di kawasan Vauxhall. Tetapi insiden di lokasi ini telah dipastikan tak ada kaitannya dengan dua serangan yang terjadi di London Bridge serta Borough Market.

Dampak serangan teroris di dua lokasi tersebut, 6 orang dipastikan meninggal dunia serta puluhan luka-luka. Tiga pelaku juga dilaporkan tewas. Belum ada pihak yang menyebutkan bertanggung jawab atas momen ini. 


Wali Kota London Sadiq Khan mengutuk serangan yang terjadi di kotanya serta menyebut aksi itu sebagai serangan pengecut yang sengaja diperbuat terhadap warganya yang tidak bersalah. Sementara itu Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperkenalkan bantuan terhadap Inggris menyusul adanya serangkaian aksi teror di pusat Kota London.

"Apa pun yang dapat diperbuat Amerika Serikat untuk menolong di London serta Inggris, kami bakal berada di sana - KAMI BESERTA KALIAN. GOD BLESS!" tulis Trump pada akun Twitter-nya @realDonaldTrump, Minggu (4/6). 






Sumber : harianhot


Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger