4 Kondisi Kesehatan yang Diakibatkan Perubahan Iklim

Written By admin on Rabu, 07 Juni 2017 | Juni 07, 2017


harian365.com - Keputusan Presiden AS, Donald Trump untuk mundur dari kesepakatan dunia soal perubahan iklim menuai persengketaan. Terlebih AS merupakan salah satu penyumbang emisi paling besar kedua di dunia, seusai China.

Butuh dipahami bahwa kesepakatan perubahan iklim yang disebut sebagai Kesepakatan Paris ini diperlukan untuk merubah akibat perubahan iklim yang perlahan terjadi di seluruh penjuru dunia. Salah satunya di bidang kesehatan.

Semacam apa akibat perubahan iklim kepada kesehatan manusia? Berikut paparannya semacam dikutip dari ABC News, Rabu (7/6/2017).

1. Penyakit kardiovaskular
Badan Kesehatan Dunia telah mengabarkan bahwa paparan polutan dari udara menambah risiko beberapa penyakit kardiovaskular semacam stroke serta kanker paru. Bahkan diperkirakan 3 juta orang meninggal pertahunnya sebab paparan ini.

Ppostingan dalam polusi udara terbukti sangat kecil, namun justru dengan begitu mereka mudah masuk ke tubuh serta mengiritasi organ-organ vital, tergolong pembuluh darah. Tidak hanya itu, polusi udara diyakini bisa memberbagi efek peradangan pada jantung jadi menambah kesempatan gangguan pada sistem kardiovaskularnya.

Pada beberapa permasalahan, orang yang telah mempunyai riwayat penyakit jantung bisa saja mengalami serangan sewaktu-waktu hanya sebab dipicu oleh paparan polusi udara tingkat tinggi.

2. Asma
Polutan di udara bakal memicu alias memperkurang baik serangan sesak napas pada mereka yang terbukti mempunyainya. Polutan ini juga diyakini bisa menyebabkan peradangan serta mengganggu sistem pernapasan, di samping iritasi lainnya. Utamanya pada bayi serta anak-anak.

Dalam suatu  studi yang dipublikasikan di tahun 2014, anak pengidap sesak napas dipastikan sangat rentan pada polusi udara sebab paru-paru mereka yang terbukti tetap berkembang. Di segi lain, mereka lebih tak sedikit meperbuat aktivitas di luar ruangan.

3. Penyakit yang ditularkan serangga
Perubahan iklim juga memicu perubahan pola penyebaran penyakit yang ditularkan serangga. Ambil contoh nyamuk Ades albopictius yang bisa menyebarkan demam berdarah, chikungunya, serta Zika.

Menurut pakar, nyamuk yang sebelumnya hanya menyebar di kawasan tropis ini mulai tak sedikit ditemukan juga di AS alias kawasan utara yang lebih dingin.

Iklim yang makin menghangat juga memicu persebaran kutu yang lebih luas di AS. Centers for Disease Control telah memperkirakan adanya peningkatan penyakit yang dipicu kutu semacam Lyme di wilayah lain di AS di mana sebelumnya jarang ditemukan penyakit ini.


4. Heatstroke
Peningkatan suhu udara di seluruh dunia bisa berarti serangan panas yang lebih lama. Kondisi ini bisa memicu penyakit semacam hipertermia, sebab ketika cuaca terus panas serta lembab dikhawatirkan berkeringat saja tak lumayan menurunkan suhu internal tubuh.

Bahkan dari risetnya, US Global Change Research Program menyebut perubahan iklim bisa berarti peningkatan permasalahan kematian dampak cuaca di musim panas.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger