Home » , , , , , , , , , , » Sudah Tahu? Ternyata Ada Kampoeng Amsterdam di Garut

Sudah Tahu? Ternyata Ada Kampoeng Amsterdam di Garut

Written By admin on Senin, 22 Mei 2017 | Mei 22, 2017


harhian365.com - Dahulu kaum penjajah Belanda diketahui sempat tinggal di daerah Garut. Sekarang, rumah peninggalannya dapat traveler lihat di Kampoeng Amsterdam.

Kampoeng Amsterdam di Garut Jawa Barat, saat ini mulai menjelma menjadi suatu  objek wisata baru yang digandrungi oleh wisatawan. Tidak hanya mulai dikenal bakal keindahan alam pegunungan serta kesejukan udaranya, objek wisata baru ini juga menyimpan bukti sejarah kenasiban bangsa Belanda di Kabupaten Garut.

Sebuah perkampungan warga yang terletak di Kaki Gunung Cikuray, Kecamatan Cilawu Garut ini hanya mempunyai kurang lebih 12 rumah yang dihuni oleh 24 orang warga. Uniknya, mereka menempati rumah-rumah peninggalan Belanda yang sama sekali belum direnovasi.

"Ini orisinil rumah-rumah warga Belanda pas datang ke Garut dulu. Ya kurang lebih tahun 1930-an lah berdirinya," kata salah seorang pengelola, Asep Ahmad (38) terhadap hariantravel di Kampung Amsterdam Garut, Sabtu (20/5/2017) siang.


Rumah-rumah tersebut berdiri di tanah seluas 7 hektare serta dibuat semi permanen dengan gabungan bilik rajutan kayu serta tembok. Hanya saja, sebagian warga di sini sedikit mempercantik 'rumah belanda' itu dengan cat serta menata halaman depannya dengan tanaman. Di sini juga ada berbagai kambing yang dipelihara warga, yang warga kurang lebih menyebutnya 'embe(kambing) bule'.

Selain belasan 'rumah belanda' yang saat ini ditempati oleh warga kurang lebih, saluran air sepanjang 300 meter juga menjadi bukti sejarah peninggalan Belanda di tempat ini. "Sampai saat ini digunakan untuk irigasi kebun serta pasokan air ke rumah warga. Tapi keadaannya agak rusak sebab diterjang angin puting beliung berbagai tahun silam," kata Asep.

Tak hanya itu, sejak pertama didirikan awal November 2016 lalu, pengelola Kampoeng Amsterdam menyulap sedikit area perkebunan teh yang berada di depan kampung untuk dijadikan tempat beristirahat oleh para wisatawan yang datang. 


Ditempat tersebut dibentuk berbagai balai, semacam balai pohon, serta balai menyerupai perahu yang dikegunaaankan sebagai objek berswagambar oleh para pengunjung. 

"Sengaja dibangun itu untuk bersantai para wisatawan, ada rumah pohon, ada juga balai menyerupai perahu besar semacam di film Titanic," ungkap Asep.


Untuk berwisata di Kampoeng Amsterdam ini, kamu hanya dikenakan anggaran sebesar Rp 5 ribu/ orangnya. Kampung ini sendiri berada di Kawasan Perkebunan Teh Dayeuhmanggung yang berlokasi kurang lebih 19 kilometer dari pusat Kota Garut. 

Jarak tempuh dari pusat kota menuju ke kampung ini membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit perjalanan memakai kendaraan roda dua maupun roda empat.






Sumber : hariantravel

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger