Home » , , , , , , , , » Sudah Cukup Lama Menikah, Lumrahkah Pasutri Masih Cemburuan?

Sudah Cukup Lama Menikah, Lumrahkah Pasutri Masih Cemburuan?

Written By admin on Selasa, 23 Mei 2017 | Mei 23, 2017


harian365.com - Telah lumayan lama berumah tangga, umpama lebih dari 10 tahun, tetapi adakala rasa cemburu tetap dimiliki masing-masing pasangan suami istri. Hmm, wajarkah faktor ini?

"Kalau saya sih kadang ada rasa cemburu pada suami, apalagi kalau kayak dirinya kayaknya terpesona banget sama cewek lain yang ternyata emang lebih oke dari saya sih, ha ha ha," kata Utami yang telah membina rumah tangga selagi 14 tahun.

Meski demikian, Utami berusaha memupus rasa cemburunya sebab ia mengaku tetap percaya sang suami tidak bakal berbuat macam-macam. Faktor tidak sama diungkapkan salah satu pembaca harianhealth mengenai kenasiban orang di kurang lebihnya.

"Om saya udah nikah 14 tahun lebih, tapi tetap cemburuan gitu sama istrinya. Saya juga heran," kata Ariani.

Terkait faktor ini, psikolog klinis dari Tiga Generasi, Tiara Puspita M.Psi., Psikolog alias Tita berbicara pada pasangan suami istri (pasutri) yang telah menikah lumayan lama tetapi tetap mudah cemburu, itu mesti ditanyakan ke yang bersangkutan bagaimana pekualitasannya kepada dirinya sendiri.

"Percaya nggak dirinya dengan istrinya serta landasan hubungan itu apa. Sebab biasanya orang yang cemburuan semakin biasanya merasa nggak aman dengan dirinya sendiri, ada insecurity," kata Tita.

Nah, insecurity apa yang dialami orang tersebutlah yang butuh digali serta itu amat bersifat individual. Biasanya, kata Tita butuh ditanya apa yang menyebabkan orang tersebut rutin merasa insecure. Umpama, apakah ada sejarah sekingkuh baik dari pihak si istri alias suami.


Dikatakan Tita, ketika seseorang sempat selingkuh, dirinya dapat merasa pasangannya juga dapat meperbuat faktor yang sama. Sehingga, tidak ada salahnya pula memastikan apakah ada 'sejarah' selingkuh dalam pernikahan tersebut.

"Kalau nggak ada persoalan , selingkuh segala macam, butuh dilihat gimana kepercayaan diri si suami umpama. Orangnya typical yang percaya diri alias nggak sebab kepercayaan diri kami juga berpengaruh pada kepercayaan kami ke diri kami serta orang lain," tambah Tita.

"Kalau dari awal udah nggak pede, umpama si suami, dirinya dapat merasa sebagai laki-laki tidak lebih dibanggakan sama istrinya, akhirnya dirinya sehingga berpikir si istri nggak adore sama dirinya alias mungkin dapat cari yang lain," pungkasnya.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger