Home » , , , , , , , , , » Studi Sebut Durasi Tidur Terkait dengan Risiko Kanker Paru

Studi Sebut Durasi Tidur Terkait dengan Risiko Kanker Paru

Written By admin on Sabtu, 27 Mei 2017 | Mei 27, 2017


harian365.com - Durasi jam tidur menjadi salah satu faktor penentu kondisi kesehatan seseorang. Nah, baru-baru ini, durasi tidur disebut juga berkaitan dengan risiko seseorang terkena kanker paru.

Terbukti, merokok menjadi faktor risiko mutlak kanker paru. Tapi ternyata, penelitian terakhir dalam Cancer Prevention Research menyatakan durasi tidur juga memengaruhi risiko terkena kanker paru. Untuk studi ini, peneliti mensurvei lebih dari 42 ribu petani di China mengenai kebiasaan tidur mereka selagi periode waktu tak sama dalam kenasibannya.

"Kami menemukan pria yang tidur tak lebih dari 7 jam dari usia 41 hingga 50 tahun 39 persen lebih mungkin meninggal sebab kanker paru dibanding mereka yang mendapat waktu tidur 8 jam sehari. Sementara, pria yang tidur lebih dari 10 jam sehari selagi tahun-tahun tersebut dua kali lebih mungkin meninggal sebab kanker paru," kata salah satu peneliti, dikutip dari Men's Health.

Pada prinsipnya, tak lebih tidur alias terlalu lama tidur disebutkan bisa menambah risiko kematian dampak kanker paru. Hubungan ini dikatakan paling terkesan saat menonton kebiasaan tidur pria di pertengahan usia lanjut.

Dalam studi ini, peneliti juga mempertimbangkan faktor lain yang bisa menambah risiko kanker paru. Umpama, riwayat merokok di mana sebagian besar responden merupakan perokok, kemudian berapa lama mereka merokok dan apakah mereka menggunakan batubara untuk pemanasan alias memasak.

"Seusai disesuaikan, hubungan antara durasi tidur dengan kematian dampak kanker paru masih ada," ucap peneliti.


Susah tidur alias terlalu lama tidur bisa menyebabkan kacaunya kadar hormon dalam tubuh yang menyebabkan terganggunya imunitas dan sistem metabolisme tubuh. Peneliti berbicara hormon tidur melatonin terlah terbukti mempunyai sifat yang bisa menghalangi pembelahah sel yang tak diatur yang bisa sehingga faktor pendorong berkembangnya sel kanker.

Meski demikian, peneliti menegaskan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi hubungan durasi tidur dengan risiko kanker paru dikaitkan dengan populasi di daerah tertentu.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger