Home » , , , , , , , , , » Sering Diabaikan, Dokter Tegaskan Pentingnya Masker Bagi Pekerja Proyek

Sering Diabaikan, Dokter Tegaskan Pentingnya Masker Bagi Pekerja Proyek

Written By admin on Sabtu, 20 Mei 2017 | Mei 20, 2017


kabarbola365.com - Pemakaian masker telah sehingga aturan umum bagi pekerja di area proyek, pertambangan maupun pabrik logam. Tetapi ternyata, tak jarangkali tampak pekerja enggan memakainya.

Semacam disampaikan dokter spesialis paru dari RSUP Persahabatan, dr Feni Fitrania, SpP, salah satu alasannya merupakan sebab pemakaian masker tak jarang dianggap tak enjoy bagi pekerja. Sekalipun digunakan, kadang pekerja juga tak memakainya dengan benar. Umpama tak menutup tahap hidung serta mulut dengan rapat.

"Iya mungkin tak enjoy ya, sehingga tak digunakan dengan benar alias bahkan tak digunakan sama sekali. Tak jarangkali ada keluhan pakai masker bikin sesak, tak dapat bernapas dengan leluasa, makanya pemakaian masker tak jarang diabaikan," tutur dr Feni terhadap harianhealth.

Padahal untuk perlindungan yang sempurna bagi kesehatan organ pernapasan, menurut dr Feni pemakaian masker wajib diperbuat serta pastinya dengan benar. Semacam apa?


"Jadi masker alias respirator yang digunakan wajib sangatlah ketat serta menempel ke wajah. Ini agar tak ada kebocoran dari kurang lebih pipi, mulut alias dagu," imbuhnya.

Masker yang memenuhi syarat untuk melindungi pekerja serta pengunjung area berisiko semacam proyek bangunan alias pertambangan umumnya dengan tipe respitar

Masker yg memenuhi syarat tertentulah yg bisa melindungi pekerja dari risiko pneumokoniosis spt tipe respirator N95. Disampaikan dr Feni, masker ini terbuat dari kain. Sementara itu, masker robek dianggap tak memenuhi syarat untuk menghindari risiko penyakit pernapasan semacam pneumokoniosis.

Pneumokoniosis adalah sekelompok penyakit yang dipicu oleh paparan debu, yang biasanya didapatkan di lingkungan kerja. Penyakit ini susah terdeteksi sebab baru timbul dalam jangka panjang serta gejalanya susah dikenali sebab mirip semacam batuk biasa.


Menurut dokter spesialis paru dari RS MH Thamrin, Prof dr Faisal Yunus, SpP(K), MD, PhD, pneumokoniosis terjadi dampak menghirup ppostingan debu alias besi bahaya, jadi merusak paru-paru. Salah satu ppostingan yang kerap memicu pneumokoniosis adalah silika, serta keadaannya disebut sebagai silikosis.

"Pekerja dirinya area berisiko sebaiknya meperbuat cek kesehatan berkala setidaknya setahun sekali, tergolong cek spirometri (uji manfaat paru -red) serta gambar toraks. Konsultasi ke dokter paru jika ada keluhan pernapasan lainnya. Butuh diwaspadai jika ada keluhan semacam batuk-batuk lebih dari 2 minggu, sesak napas, demam, ada rasa tak enjoy di dada ketika bernapas, serta lain-lain," pesan dr Feni.





Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger