Home » , , , , , , , , , , , , » Penyebab Unik Kanker Nasofaring Seperti Dialami Aktor Kim Woo Bin

Penyebab Unik Kanker Nasofaring Seperti Dialami Aktor Kim Woo Bin

Written By admin on Kamis, 25 Mei 2017 | Mei 25, 2017


harian365.com - Kanker timbul sebab ada sekumpulan sel dalam tubuh yang bermutasi. Pemicunya rata-rata sama semacam pola makan yang kurang baik serta gaya nasib yang tak sehat selagi bertahun-tahun.

Namun kanker nasofaring dapat sehingga perkecualian sebab kanker ini mempunyai hal risiko yang terbilang unik. Seunik apa? Simak berbagai fakta unik mengenai kanker nasofaring semacam dirangkum harianhealth,  Rabu (24/5/2017) berikut ini.



1. Rokok serta alkohol

Kedua hal risiko ini sebetulnya tak unik-unik amat untuk penyakit kanker. Tetapi di Korea, penduduknya telah mengetahui rokok serta alkohol sejak kecil, bahkan menjadi tahap dari kultur mereka.

Lazimnya selebriti Korea, mereka pandai menyembunyikan kebiasaan kurang baik semacam merokok serta mabuk demi menjaga imej di mata publik. Tetapi sejumlah forum menyebut Kim Woo Bin adalah salah satu aktor yang juga perokok berat, bahkan sejak tetap berprofesi sebagai model.

dr Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM dari Kementerian Kesehatan mengingatkan bahwa rokok serta alkohol dianggap mempunyai peranan sangat penting dalam memicu kanker nasofaring yang termasuk ke dalam kanker kepala serta leher.

Hanya saja terbukti belum ada penelitian yang dengan tegas menyebut keterkaitan antara rokok serta alkohol dengan kanker nasofaring.



2. Asap dupa

Diungkapkan Prof Dr dr R Susworo, SpRad(K)Onk.Rad dari Departemen Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, kanker nasofaring bisa dipicu oleh paparan asap dari dupa serta sirkulasi asap dapur yang kurang baik.

"Asap dapur kalau sirkulasinya tak keren serta juga asap dupa bisa memicu kanker nasofaring, sebab ia merangsang nasofaring untuk produksi berlebih," jelasnya.

Tak heran, walau pria lebih berisiko, tetapi wanita juga bisa terkena kanker nasofaring, utamanya yang tinggal di pedesaan serta tetap memakai bahan bakar kayu untuk memasak. Mereka yang bekerja di bidang keagamaan serta tak jarang terpapar asap dupa alias kemenyan juga mempunyai risiko serupa.

Kanker ini pun diberitakan rentan menyerang mereka yang bekerja di pabrik yang memakai tak sedikit bahan kimia industri alias industri peleburan besi, formaldehida, pengolahan serbuk kayu, tergolong industri pembuatan dupa.



3. Ikan asin

Makanan yang diduga bisa mempengaruhi alias memicu kanker nasofaring adalah makanan yang ditahan lamakan semacam ikan asin, difermentasi, diasapi dan dibakar sebab mengandung senyawa nitrosamin yang adalah karsinogenik (senyawa penyebab kanker).

Pada ikan asin, zat nitrosamin dihasilkan sebab dalam proses pengasinan dan penjemurannya, sinar matahari bereaksi dengan nitrit pada daging ikan jadi membentuk senyawa nitrosamin.

dr Budianto Komari, SpTHT dari RS Kanker Dharmais membahas, "Ikan payau itu mengandung nitrosamin yang adalah pencetus aktifnya virus Epstein-Barr yang adalah penyebab mutlak kanker nasofaring (kanker tenggorokan alias THT)."

Apalagi apabila ikan payau tersebut tak jarang dikonsumsi bersama dengan nasi putih yang tetap panas. "Kalau ditambah dengan nasi panas yang tetap mengepul, maka uap-uap nasi itu bakal mengangkat nitrosamin ke pori-pori kulit, terutama daerah mulut, leher dan tenggorokan," tambah DR Dr Aru Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP.

Garam sendiri, tambah DR Aru, adalah salah satu makanan yang bisa menaikkan tekanan darah dan menambah risiko kanker. "Tidak heran kalau Jepang adalah negara paling atas penderita kanker lambung, sebab orang-orang Jepang suka sekali makan garam, makanan apa aja semua digaramin," lanjutnya.



4. Suka cium-cium unggas

Kanker nasofaring juga rentan menyerang mereka yang tinggal satu atap dengan ternak unggas alias bahkan suka cium-cium unggas.

"Makanya di Indonesia juga tak sedikit sebab disini orang nasib dengan unggasnya," ungkap Prof Dr Santoso Cornain, D.Sc., dari Stem Cell and Cancer Institute Jakarta.

Bagaimana ini bisa terjadi? Ini sebab virus Epstein-Barr yang bisa memicu kanker ini paling tak sedikit tersedia pada tubuh unggas. Untuk itu bila tak jarang berinteraksi dengan unggas, maka bisa dipastikan virusnya bakal menular dengan mudah.



5. Seks oral

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam British Medical Journal di tahun 2010 menyebut, kanker kepala serta leher, salah satunya kanker nasofaring, juga bisa dipicu oleh kebiasaan seks oral. Ini sebab saat seks oral diperbuat juga terjadi penularan human papillomavirus (HPV) pada pelakunya.

Dalam studi lain yang lebih mutakhir juga dikatakan pria lebih rentan terkena kanker melewati seks oral dibandingkan wanita, utamanya pada mulut serta lehernya.


Pada wanita, risiko penularan HPV pada mulut melewati seks oral tak dengan tinggi pria. Argumen yang mungkin bisa membahas merupakan, pada wanita paparan HPV pertama kali terjadi pada vagina jadi terbentuk sistem kekebalan saat virus tersebut menyerang mulut.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger