Home » , , , , , , , , , , , » Kisah Suku Penjaga Roh & Keturunan Manusia Super di Uganda

Kisah Suku Penjaga Roh & Keturunan Manusia Super di Uganda

Written By admin on Sabtu, 27 Mei 2017 | Mei 27, 2017


harian365.com - Semacam di Indonesia, Uganda punya suku tradisional yang punya kisah serta adat luar biasa. Salah satunya adalah Suku Abassese yang punya kekuatan supranatural.

Dikisahkan kalau ratusan tahun lalu nasib Suku Abassese di Kepulauan Ssese yang ada di dalam Sertaau Victoria tahap Uganda. Dillansir hariantravel dari website BBC Travel, Jumat (26/5/2017) kisah mereka pun diceritakan layaknya suatu  legenda yang turun temurun.

Masyarakat kurang lebih meyakini, kalau Suku Abassese mempunyai kekuatan serta ukuran layaknya manusia super. Tidak hanya itu, Suku Abassese juga mempunyai hubungan ke dunia supranatural.

Hal itu pun didasarkan pada kepercayaan Suku Abassese pada Mbirimu, suatu  roh yang dpercaya bisa berubah bentuk menjadi manusia alias binatang. 

Akisah, Mbirimu sangat kesepian sebab nasib seorang diri. Kemudian ia merubah wujud menjadi seorang wanita serta melahirkan dua makhluk nasib, yakni seorang manusia serta ular piton. 


Seiring dengan waktu, dua bersaudara itu tinggal di Pulau Bugala yang adalah pulau paling besar di Kepulauan Ssese. Sang piton pun lantas dikenal dengan nama Luwala.

Suatu hari saudara Luwala membikin suatu  kuil untuk saudaranya. Atas kesaktiannya, Suku Abassese mulai menyembah serta meminta saran pada Luwala. Sang saudara laki-laki Luwala pun berperan sebagai mediator alias dukun yang dijuluki Emandwa, seseorang yang mempunyai roh yang duduk di atas kepalanya. Ia pun menjadi perantara Luwala untuk menyembuhkan segala penyakit.


Luar biasanya, hanya boleh ada ada satu Emandwa saja yang nasib pada satu waktu. Ia pun wajib dipilih oleh leluhur serta roh Luwala untuk menjadi mediator selagi nasibnya. Pulau Bugala di Uganda pun menjadi satu-satunya rumah dari roh piton serta Emandwa.

Tetapi bukan isapan jempol, Pulau Bugala terbukti menjadi kediaman dari Emandwa bernama Lubala Simon. Meski tampak semacam orang Afrika biasa, tidak sembarang orang bisa menemuinya.

Fakta hebat lainnya, Lubala menyatakan kalau ia bukanlah keturunan dari roh piton. Meski begitu, ia bisa menjadi Emandwa sebab diizinkan oleh para leluhur serta tetua.


"Saya bertanya pada leluhur saya, para tetua roh pun bertanya serta disetujui kalau saya boleh meperbuat itu. Ketika roh ingin bicara pada saya, roh itu duduk di kepala saya serta berkomunikasi lewat badan saya, itu hanya sebagian faktor yang diperbuat Emandwa," ucap Simon.


Tak sedikit pula peziarah maupun orang yang datang dari jauh ke Bugala untuk memohon pada Luwala di kuilnya. Semua datang dengan andalan supaya keinginannya dikabulkan.

Hanya saja, kehadiran Emandwa serta Luwala di Uganda mulai terancam. Seiring dengan terus tak sedikitnya pemeluk agama Islam serta Kristen di Uganda, kehadiran agama tradisional mulai tergerus serta dianggap sebagai sebuahfaktor yang jahat.

"Lebih serta lebih, tutorial nasib lama mulai menghilang. Tanah kami, tempat spesial kami, kita. Tapi Luwala, roh piton kita serta leluhur merupakan abadi. Ia telah ada jauh sebelum yang lain. Kita bakal memandu selamanya," ucap salah satu tetua.



Sayang terbukti, ketika kepercayaan orisinil perlahan mulai pudar sebab dinamisme serta perkembangan zaman. Di tengah krisis yang terjadi, semoga saja para tetua serta Suku Abassese bisa masih menjaga kepercayaan serta budayanya.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger