Home » , , , , , , , » Kata Meutya Hafid soal Puisi Panglima TNI di Rapimnas Golkar

Kata Meutya Hafid soal Puisi Panglima TNI di Rapimnas Golkar

Written By admin on Selasa, 23 Mei 2017 | Mei 23, 2017


harian365.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membacakan sebuah puisi karya Denny Januar Ali saat menjadi pembicara di Rapimnas Golkar di Novotel Hotel, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (22/5). Puisi itu berjudul 'Tapi Bukan Kami Punya'.

Ketua DPP Partai Golkar yang juga Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Viada Hafid mekualitas bahwa apa yang disampaikan oleh Gatot baik melewati pidato maupun puisi adalah fakta mengenai kondisi bangsa yang telah lama terjadi. Dirinya mekualitas, Jenderal Gatot tidak bermaksud mengkritik pemerintah melewati puisi tersebut. 

"Saya tidak menonton panglima mengkritik ke satu pemerintahan sebab sesungguhnya yang Panglima bacakan adalah kondisi bangsa yang telah terjadi lumayan lama," kata Meutya melewati pesan singkat, Selasa (23/5/2017).

Meutya turut hadir dalam rapimnas sebab adalah kader Golkar. Ia berkata, apa yang disampaikan Gatot sebagai bentuk mengingatkan parpol bahwa ada tugas besar membenahi kondisi bangsa saat ini.

"Persoalan kesenjangan, keadilan sosial ini kan perpersoalanan turun temurun yang apabila tidak kami sikapi dengan cara bijak, maka dapat mengangkat kami terhadap 'air mata' yang disampaikan dalam puisi. Kami yang disampaikan Panglima adalah kami semua, sebab beliau juga dengan cara jelas sebutkan, TNI tidak dapat. Wajib rakyat. Ini tugas Golkar serta sebagainya," tuturnya.

Semacam diketahui di Rapimnas Golkar, Gatot berkata tidak sedikit mengenai isu bangsa, salah satunya soal pengungsi ilegal. Gatot berkata dirinya punya puisi yang cocok terkait pembahasan soal pengungsi ilegal. Puisi tersebut milik Denny JA yang berjudul 'Tapi Bukan Kami Punya'.

"Ini tangisan sebuahwilayah, dulu dihuni Melayu, di Singapura, kini menjadi semacam ini (sambil memperlihatan slide mengenai pengungsi). Kalau kami tidak waspada, sebuahsaat bapak bunda sekalian, anak cucunya tidak lagi tinggal di sini. Gampangnya, kami ke Jakarta semua teratur rapi, punya Betawi di sana?" ucap Gatot sambil menyimpulkan isi puisi tersebut di Novotel Hotel, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (22/5).


Berikut puisi lengkap 'Tapi Bukan Kami Punya' yang dibacakan Gatot:

Sungguh Jaka tidak mengerti
Mengapa ia dipanggil ke sini. 
Dilihatnya Garuda Pancasila 
Tertempel di dinding dengan gagah. 

Dari mata burung Garuda 
Ia menonton dirinya
Dari dada burung Garuda 
Ia menonton desa

Dari kaki burung Garuda
Ia menonton kota 
Dari kepala burung Garuda 
Ia menonton Indonesia

Lihatlah nasib di desa
Sangat subur tanahnya
Sangat luas sawahnya
Tapi bukan kami punya

Lihat padi menguning
Menghiasi bumi sekeliling
Desa yang kaya raya
Tapi bukan kami punya

Lihatlah nasib di kota
Pasar swalayan tertata
Ramai pasarnya
Tapi bukan kami punya

Lihatlah aneka barang
Dipasarkan belikan orang
Oh makmurnya
Tapi bukan kami punya




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger