Home » , , , , , , , , , , , » Kata Eks Kepala BNPT Soal Keterkaitan JAD, Bahrun Naim dan ISIS

Kata Eks Kepala BNPT Soal Keterkaitan JAD, Bahrun Naim dan ISIS

Written By admin on Sabtu, 27 Mei 2017 | Mei 27, 2017


harian365.com - Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai berbicara kaitan kelompok Jamaah Anshorut Daulah (JAD) dengan Bahrun Naim sangat erat. Bahrun adalah kelompok JAD sebelum ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

"JAD ini kan ceonya itu Aman Abdurrahman (napi LP Nusakambangan), Bahrun Naim tadinya kan kelompok itu juga. Sehingga sebelum dirinya ditangkap dulu," kata Mbai saat dihubungi harianhot, Jumat (26/5/2017) malam.

"Dia kan seusai ditangkap kemudian masuk penjara, begitu keluar dirinya semakin ke Syria, sehingga jelas sekali kaitannya itu, sangat erat," sambungnya.


Mbai membicarakan, komunikasi antara JAD dengan Bahrun Naim yang saat ini berada di Raqqa, Syria, semakin terjalin. Sejumlah aksi teror di Indonesia juga terkait Bahrun Naim.

"Ya itu, kelihatan semacam bom-bom di Thamrin, Bekasi, Bandung itu kan tetap kaitan si Bahrun Naim semua itu, serta orang-orang ini kalau ditarik garisnya itu ya ke JAD," ujarnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut dua pelaku bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, AS serta INS adalah kelompok JAD yang berkairtan dengan jaringan Bahrun Naim. Kelompok ini pendukung ISIS.


Kata Mbai, tak hanya JAD yang pendukung ISIS. Semua sel-sel jaringan terorisme di Indonesia berbaiat ke ISIS. 

"Sebab apa, tadinya kan kelompok yang utama, mainstream itu, JI, JAT, JAD kan baru itu. Tapi kan seusai ditangkapi ceonya, dipenjara, tak sedikit yang mati, terungkap semua jaringannya, mereka bikin kelompok-kelompok baru, sel-sel itu, itu nyebar ke mana-mana. Tapi sebetulnya tetap aja barang-barangnya itu juga, simpul utamanya JI, JAT serta JAD," ujarnya.

Mbai mencontohkan, semacam di dalam kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) serta Mujahidin Indonesia Barat (MID) juga ada yang Jamaah Anshorut Tauhid (JAT).

"Jadi sebelumnya sama saja, nama itu telah nggak penting. Orangnya teroris. Dengan munculnya Abu Bakr al-Baghdadi ya Abu Bakar Basyir kalah pamornya. Mereka cari yang bagus," tuturnya.

Menurut Mbai, bukan tanpa sebab alias argumen para jaringan teroris di Indonesia berbaiat ke ISIS. Dengan telah berdirinya khilafah oleh ISIS maka otomatis jaringan di Indonesia berkiblat ke ISIS.


"Sebab mereka menonton di sana telah berdiri khilafah, sedangkan di kami kan baru wacana-wacana. Sedangkan Abu Bakr Al-Baghdadi telah menunjukkan dengan kekuatan militernya, bahkan menyamai kekuatan militer Iraq, Syria itu, otomastis mereka kiblatnya ke sana," ujarnya.

Tetapi begitu, kata Mbai, sel-sel jaringan teroris yang suka meperbuat aksi bom itu sebetulnya adalah korban dari penyesatan pikiran. Mereka disesatkan dengan aliran takfiri.

Sebab itu, menurut Mbai, yang paling bertanggung jawab adalah orang-orang di belakang mereka, para tokoh yang menyebarkan paham radikal, terutama yang paling berpengaruh yaitu ajaran-ajaran takfiri itu.

"Jadi, kalau kami ingin betul-betul berantas teroris, tak lumayan hanya meringkus teroris yang di lapangan itu, tapi tokoh-tokoh radikal yang berkoar-koar itu, 'kafir', 'kita wajib jihad', khilafah, demokrasi ini kafir'," tuturnya.

Mbai mengaku setuju dengan pernyataan Presiden Jokowi yang ingin RUU antiterorisme dikebut. Sebab, menurutnya, hukum dalam penindakan terorisme selagi ini tetap lemah.

"Presiden bicara gebuk itu kan dalam pengertian koridor hukum, penegakan hukum, nah kini hukumnya mana? yang kami alamiah selagi ini hukum kami terlalu lembek, nah rutin kalau telah terjadi bom semacam baru rame-rame orang teriak kecolongan. Bukan kecolongan," ujarnya. 

"Mereka (aparat terkait) tahu kok daftar siapa tokoh-tokoh radikal yang memompakan kafir, jihad, khilafah, sebetulnya mereka itu lah yang memicu bom. Sehingga bom itu tak bakal berhenti kalau pemicunya nggak dapat ditindak. Jadi, maksudnya, kalau kami mau merevisi UU teror itu, selagi ini UU kami yang ada itu belum sanggup menjangkau para penyulut-penyulut bom itu," imbuhnya. 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger