Home » , , , , , , , , , , » Bayinya Diprediksi Lahir Cacat, Begini Cara Pasangan Ini Merespons

Bayinya Diprediksi Lahir Cacat, Begini Cara Pasangan Ini Merespons

Written By admin on Senin, 29 Mei 2017 | Mei 29, 2017


harian365.com - Calon bayi Brandi diprediksi lahir cacat saat usia kandungan wanita ini memasuki 20 pekan. Saat itu ditemukan cairan di dalam otak janin Brandi.

Dari pemeriksaan lebih lanjut, keduanya mendapati fakta pahit bahwa janin Brandi nanti bakal lahir dalam keadaan mengalami anencephaly di mana otak serta tengkoraknya tak tumbuh sempurna.

"Kami tak terpikir kesana sama sekali, apalagi dua anak kita sebelumnya sehat-sehat saja," kata Brandi.

Pun dengan suaminya. Michael terguncang, terlebih ia belum sempat mendengar apa itu anencephaly. Tetapi Michael berupaya tegar serta berharap tetap ada andalan nasib untuk calon bayinya, walau pada kenyataannya itu sia-sia.

Menonton janin mereka mempunyai potensi kecacatan lahir semacam ini, keduanya pun ditawari untuk menjalani aborsi, sebelum semuanya telat.

Tetapi pasangan ini sepakat untuk tetap melanjutkan kehamilan. Keputusan menarik yang diambil keduanya kemudian merupakan nanti bila bayi itu lahir, mereka bakal menyumbangkan sebagian donor sang bayi untuk mereka yang membutuhkan ataupun untuk kebutuhan riset.

"Ini demi bayi kami. Ketika Kamu telah mendengar detak jantungnya kemudian Kamu ditawari untuk menghentikannya, itu pasti susah diperbuat," kata Brandi semacam dilaporkan ABC News.


Keputusan ini diakui Brandi juga terinspirasi dari kisah orang tua dengan anak anencephaly lainnya. Selepas menerima diagnosis janin mereka, Brandi serta Michael memutuskan untuk meperbuat survei mandiri serta menemukan kisah pasangan Royce serta Keri Young di Oklahoma saat diwawancarai di stasiun TV nasional di bulan Maret silam.

Bayi mereka juga mengalami anencephaly, kemudian mereka memutuskan untuk meneruskan kehamilan supaya dapat meperbuat donor organ serta berharap dapat menyelamatkan tidak sedikit orang.

"Kami ingin seperti mereka. Mesikipun nantinya ia tidak bakal lama bersama kami, toh kita tetap bakal menganggapnya anak ketiga kita serta mencintainya sepenuh hati," aspirasi Brandi.

Wanita berumur 25 tahun itu juga berharap keputusannya bakal merubah pandangan orang mengenai ibu-ibu yang mengalami keguguran alias bayinya lahir mati. Topik seperti ini tetap tidak jarang dihindari alias dianggap tabu, padahal menuturkan faktor ini dapat saja menolong bunda menghadapi kepahitan yang melanda mereka.

"Saya terbukti tidak ingin dirinya dilupakan, sebab ia hanya tidak dapat bersi kukuh nasib. Bahkan saya berencana mendirikan suatu  organisasi dengan namanya sebagai bentuk dedikasi," imbuh Michael.


Pasangan yang tinggal di Effingham, South Carolina itu juga berharap kisah mereka dapat menyemangati orang tua lain yang mengalami kemalangan serupa dengan mereka.

Calon janin Brandi serta Michael sendiri diprediksi berjenis kelamin perempuan serta sudah diberi nama, yaitu Emersyn.

Jelang kelahiran Emersyn, Brandi serta Michael juga menggelar 5K Run/Walk untuk menghormati putri mereka sembari menggalang sertaa. Sertaa yang terkumpul bakal dipergunakan sebagai anggaran pemakaman Emersyn serta menutup seluruh pengeluaran medis yang dibutuhkan. Sisanya bakal disumbangkan ke Anencephaly Hope, kelompok pendukung untuk keluarga dengan bayi anencephaly.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger