Alasan Mengapa Kentut Bisa Bau dan Cara Mencegahnya

Written By admin on Selasa, 30 Mei 2017 | Mei 30, 2017


harian365.com - Hampir setiap orang sempat mengalami kentut. Yang umum terjadi, biasanya bakal tercium aroma yang tak sedap dari gas yang keluar tersebut.

Menurut pakar gastroenterologi dari NYU Langone Medical Center di New York, Lisa Ganjhu, kentut adalah salah satu proses pembuangan gas dari tubuh. Gas sendiri adalah salah satu produk 'sampingan' dari setiap makanan yang Kamu konsumsi. 

Saat Kamu makan, tubuh bakal mencerna makanan tersebut. Bakteri yang tertinggal di saluran pencernaan, yang biasanya paling tak sedikit terdiri dari karbohidrat, memicu gas. "Gas ini wajib keluar dari tubuh melalui rektum sebagai flatus, alias disebut juga kentut," tutur Ganjhu, semacam dikutip dari Women's Health Mag.

Mengapa kentut ada yang aroma serta ada yang tidak? Alasannya sederhana, aroma dari kentut dipengaruhi dari apa yang Kamu makan. Ganjhu membahas, apabila umpama Kamu mengonsumsi makanan dengan sulfur tinggi semacam asparagus, kol, alias bokchoy, maka aroma kentut bakal menjadi lebih kuat. 

"Demikian juga apabila Kamu mempunyai sensitivitas alias intoleransi kepada makanan tertentu, tubuh biasanya bakal bereaksi dengan aroma kentut yang lebih kuat," imbuhnya.

Selain itu, apabila Kamu sedang sembelit, kemungkinan Kamu mempunyai kentut yang aroma juga bakal lebih besar. Ini sebab Kamu mempunyai lebih tak sedikit sisa makanan yang menumpuk di dalam usus. Ketika gas melaluinya, maka kentut bakal tercium lebih kuat. 


Supaya kentut tak terlalu bau, usahakan untuk tak menahan buang air besar yang bisa memicu sembelit. Gerakan usus yang teratur bisa menolong memastikan sistem pencernaan Kamu lebih bersih serta lancar. Begitu juga dengan kentut, hindari kebiasaan menahannya sebab gas yang tertahan bisa berfermentasi serta menjadi lebih aroma saat keluar. 

Untuk melancarkan serta menyehatkan sistem pencernaan, perhatikan pola makan Anda. Konsumsi probiotik serta pastikan Kamu mengonsumsi lumayan serat supaya pergerakan usus masih teratur.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger