Home » , , , , , , , , , , » 5 Hal Seputar 'Aturan' Sahur yang Sering Ditanyakan

5 Hal Seputar 'Aturan' Sahur yang Sering Ditanyakan

Written By admin on Senin, 29 Mei 2017 | Mei 29, 2017


harian365.com - Aktivitas sahur kadang dapat memunculkan pertanyaan demi masih terjaganya stamina selagi berpuasa. Walau terbukti, masing-masing orang mempunyai kebiasaan masing-masing dalam menjalankan sahur.

Nah, dirangkum harianhealth dari beberapa sumber, berikut ini pertanyaan seputar sahur yang tak jarang dilontarkan serta jawabannya. Apa saja? Yuk simak.



1. Boleh tidur seusai sahur?

apabila waktu tidur dirasa telah cukup, pakar gizi Rita Ramayulis DCN, MKes, menyarankan untuk tak tidur seusai sahur. Sebab, dikatakan Rita setelah sahur lambung dalam kondisi penuh jadi ajaran darah yang berisi oksigen serta sari makanan bakal menuju ke kurang lebih lambung.

Saat ajaran darah terpusat di lambung, otomatis ajaran darah ke otak, sel di tangan, kaki, serta tahap tubuh lain pun menurun. Dampaknya, ajaran darah tak terdistribusi dengan baik. Bukannya tubuh ketidak lebihan oksigen, namun sebab tak ada yang mendampingi oksigen serta sari makanan ke organ yang lain.

"Saat tidur kerja organ basal kami menurun jadi makanan tak dicerna dengan cara maksimal, enzim tak bekerja maksimal, ajaran darah berpusat di lambung. Kelak saat bangun tubuh dapat dua kali lipat lemasnya," terang Rita.

Hanya saja, bila dirasa waktu tidur tak lebih, dibolehkan setelah sahur untuk tidur namun dengan catatan posisi kepala wajib lebih tinggi, semacam orang setengah duduk. Sebab, tak jarangkali terjadi ketika seseorang tidur setelah makan sahur, ia bakal muntah, demikian disampaikan dr Andreas Prasadja RPSGT.

"Nah itu biasa terjadi kalau seseorang mengalami GERD dampak naiknya asam lambung. Kondisi ini lebih tak jarang terjadi pada orang yang mempunyai sleep apnea alias gangguan tidur semacam ngorok," terang dr Ade



2. Kapan waktu sahur yang cocok?

dr Herry Djagat Purnomo, SpPD-KGEH, Kepala Divisi Gastroentero-Hepatologi Departemen Penyakit Dalam FK UNDIP/RSUP Dr. Kariadi Semarang berbicara bahwa sebaiknya makan sahur itu menjelang imsak. Alasannya sederhana, supaya tak mudah lapar sebab makanan lebih panjang waktunya berada di dalam lambung.

"Itu sesuai dengan sunnah rosul. Rosullah telah memberi contoh dalam ajarannya kami diminta untuk segera berbuka puasa serta mengakhirkan makan sahur. Anjuran makan sahur mendekati imsak itu kami dapat lebih tahan tak mudah lapar sebab dapat lebih panjang makanan dalam lambung," papar dr Herry.

Dijelaskannya bahwa proses pencernaan makanan di lambung membutuhkan waktu tak lebih lebih 4 jam. Sementara proses keseluruhan metabolisme mulai dari menghancurkan makanan sampai penyerapan membutuhkan waktu 8 jam. Jadi minimal ada waktu 12 jam tubuh tak bakal merasa lapar.



3. Bangun sahur terlambat, apa efek kalau sahur dengan minum air putih?

Ahli gizi Leona Victoria Djajadi MND berbicara terbukti sebaiknya setiap sahur seseorang mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein serta serat. Apabila tak lebih enjoy mengonsumsi makanan berat, jangan hanya minum air putih. Tetapi, menu sahur dapat diganti dengan 'snack size meal', semacam sandwich isi (bisa diisi macam-macam, keju, sayur, ham, sosis), bubur oatmeal/gandum lainnya (bisa dibangun dengan susu, ditambah madu ataupun buah buahan semacam pisang), alias milkshake (susu diblender dengan sayur serta/atau buah).

"Sehingga semua komponen penting didapat tetapi volume tak terlalu besar, pun mudah diolah/dikunyah ataupun disiapkan di pagi hari," kata Victoria.



4. Apa efek kalau sahur makan mi instan?

"Mi instan itu mengandung kadar glikemik yang tinggi, energi yang kami keluarkan tidak sedikit, jadi cepat lapar," kata dr Tirta Prawita Sari, MSc, SpGK.

Dia membahas saat menjalankan ibadah puasa, tidak jarang tidak sedikit orang yang merasa lemas serta merasa malas beraktivitas. Faktor ini terjadi sebab metabolisme tubuh menurun. Padahal, metabolisme berkegunaaan untuk keberjalanan nasib serta menghasilkan energi.

Itu makanya selagi puasa butuh diperbuat pola makan yang baik, yakni konsumsi makanan rendah glikemik saat sahur, serta tinggi glikemik saat berbuka.



5. Bagaimana teknik sahur yang pas?

Pakar ilmu gizi dari Departemen Ilmu Gizi FKUI dr A.R Inge Permadhi, MS, SpGK berbicara bahwa rahasia supaya leluasa lapar dan ngantuk terletak pada bagaimana teknik sahur seseorang. Teknik sahur yang cocok wajiblah meliputi menu makanan yang sehat dan waktu sahur yang pas dan sesuai dengan sistem pencernaan dan metabolisme tubuh.

"Salah satu caranya merupakan dengan makan makanan bergizi. Pertidak sedikit makan makanan berserat semacam buah dan sayur. Jangan lupa pertidak sedikit konsumsi cairan semacam air putih. Serat dari buah dan sayur apabila digabungkan dengan air bakal mengental semacam supaya-supaya alias gel, yang bisa mengembang di lambung. Inilah yang membikin perut bakal kenyang seharian," kata dr Inge.


Sementara itu, dr Nany Leksokumoro, MS, SpGk dari Omni Hospital menyarankan supaya ketika sahur jangan terlalu tak sedikit makan nasi alias meminum minuman manis semacam teh, sirup alias minuman bersoda.

"Sebisa mungkin mengganti makanan karbohidrat murni semacam nasi dan minuman manis. Kalau bisa ditidak lebihi dan tak mengonsumsi terlalu tak sedikit, sebab bakal mengdampakkan ngantuk," sambungnya.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger