Home » , , , , , , , » Orangtua Sempat Melarang, Tapi Abil Nekat Jualan Usai Sekolah

Orangtua Sempat Melarang, Tapi Abil Nekat Jualan Usai Sekolah

Written By admin on Senin, 20 Maret 2017 | Maret 20, 2017


harian365.com - Si budi kecil kuyup menggigil
Menahan dingin tanpa jas hujan
Di simpang jalan tugu pancoran
Tunggu pembeli jajakan koran
Menjelang maghrib hujan tidak reda
Si budi murung menghitung laba

Surat berita sore dipasarkan malam
Selepas isya melangkah pulang

Sepenggal bait lagu, 'Sore Tugu Pancoran' yang dirakit Iwan Fals itu terkenal di tahun 1980-an. Menceritakan soal perjuangan si Budi, anak yang berjualan koran selepas sekolah di Tugu Pancoran, Jakarta Selatan. Demi menjajakan koran, Budi rela kehujanan bahkan tanpa jas hujan. 

Kini 37 tahun kemudian, cerita mirip mengenai si Budi semacam yang dinyanyikan Iwan Fals ada lagi. Merupakan Abil Alifudin, yang saat ini duduk di kelas 4 SDN 09 Tanjung Barat mempunyai cerita mirip si Budi dalam lagi Iwan. 


Selepas sekolah, Abil jualan tisu serta aneka jajanan di depan suatu  kampus perguruan tinggi di Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Dengan tetap mengenakan seragam sekolah dirinya menjajakan dagangan. Panas terik matahari bahkan hujan dirinya abaikan.

Bahkan walau orangtua serta saudara telah melarang, Abil tetap jualan. Semua demi membeli keperluan sekolah serta menolong sang ibu. 


Widi kakak sulung Abil kerap melarang Abil untuk berjualan. Bahkan dirinya pernah menemui adiknya berjualan di tengah hujan hingga tidak kuasa kecewanya ditahan. 

"Saya tuh telah melarang Abil untuk jualan, cuma Abil nya yang semakin berjualan. Bahkan pernah saya tuh temui dirinya hujan-hujan dirinya pakai kantong plastik di kepalanya serta semua kardus jualannya basah. Saya langsung suruh pulang, tapi dirinya gak mau," kata Widi saat ditemui detikcom di rumah kontrakannya di Gang H.Toncit,Jagakarsa, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Minggu (19/3/2017).

Tak hanya Widi, Bahar (kakak ipar Abil) juga melarang Abil jualan. Kalau pun tetap jualan mereka menyarankan Abil ganti baju lebih dulu. "Kita telah bilang kalau mau jualan pulang dulu ke rumah serta ganti baju. Tapi kadang dirinya 
gak pulang langsung aja jualan," tutur Widi. 

Ayah Abil, Aep Saepudin juga mengaku telah melarang Abil untuk berjualan. Tetapi keinginan Abil untuk berjualan sangat kuat. 

"Saya sebagai orang tua udah larang dirinya berjualan sebab dirinya kan tetap kecil sehingga takut disalahgunakan sama orang-orang," ucap Aep. 


Menurut Aep, Abil terbukti mempunyai sifat pantang menyerah apabila mempunyai keinginan. Tergolong keinginannya berjualan supaya dapat membeli perlengkapan sekolah serta main warnet semacam kawan-kawan sebayanya.

Tetapi Aep rutin beramanat ke Abil untuk tetap mengutamakan sekolah. "Ibaratnya mah saya udah ngasih peluang dirinya untuk berjualan. Saya tuh udah berulang-ulang kali bilang jangan jualan tapi tetap saja jualan. Abil ini emang paling gigih serta nggak maluan untuk jualan di banding kakak-kakaknya," kata Aep. 

Aep serta istri nya sendiri juga berjualan jajanan ringan untuk anak SD. Dirinya berjualan di SD 05 Tanjung Barat dengan penghasilan Rp 50 hingga 100 ribu rupiah perhari.

"Saya jualan juga sama istri saya di SD 05. Abil saya kasih uang saku perhari 5000 tetapi sebab dirinya mau bantu saya juga sehingga dirinya berjualan," katanya. 




Sumber : harianhot


Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger