Kisah Anastasia, Perempuan dengan 9 Kepribadian

Written By admin on Sabtu, 25 Maret 2017 | Maret 25, 2017


harian365.com - Anastasia Wella (27) merupakan seorang pengidap kondisi mental Dissosiative Identity Disorder (DID) alias yang lebih dikenal dengan Multiple Personality. Di dalam dirinya tersedia kurang lebih sembilan kepribadian tidak sama yang sewaktu-waktu bisa keluar menggantikan kepribadian utama.

Awalnya tidak ada yang tahu apa yang terjadi ketika di usia 11 tahun Anastasia tidak jarang alamiah ingatan 'kosong'. Ia kerap kehilangan konsep waktu dampak kepribadian yang lain mengambil alih kesadarannya.

"Pada umur 11 tahun tidak sedikit keabsurdan yang telah muncul. Salah satunya kehilangan waktu. Saya ingat tidur tanggal 7 kemudian tiba-tiba bangun nanya bunda saya 'mamah ini tanggal berapa?' 'tanggal 11'," kata Anastasia ketika ditemui harianhealth dan ditulis Kamis (23/3/2017).

Selama kepribadian yang lain mengambil alih, Anastasia sendiri mengaku tidak sempat ingat apa yang diperbuatnya. Ia sendiri keheranan ketika ada kawan alias kerabat yang menyebut dirinya bisa meperbuat beberapa macam faktor semacam berenang, menari, alias fasih menulis dan membaca huruf arab yang jelas-jelas tidak sempat ia pelajari.

"Ada yang bernama Bilqis dirinya sosok perempuan muslim padahal saya katolik. Dirinya perempuan kira-kira umur 21 tahun pandai baca tulis Al-Quran dan bisa mengaji dengan fasih," ungkap Anastasia.

Sebab mengalami beberapa fenomena aneh tersebut Anastasia pernah disangka mengalami kesurupan jadi oleh keluarga dibawa ke tempat pengobatan alternatif. Barulah sampai pada tahun 2009 Anastasia diperiksa di salah satu rumah sakit ternama di Indonesia serta dokter mendiagnosanya dengan kondisi mental DID.

Untuk membuktikan faktor tersebut Anastasia pun menjalani tes di mana dokter dengan metode hipnoterapi mencoba hebat keluar beberapa kepribadian yang ia miliki. Tes tersebut didokumentasikan serta seusai dihitung diperkirakan ada sembilan kepribadian.

Mengapa kepribadian tersebut dapat timbul menurut dokter kemungkinan sebab awalnya saat tetap anak-anak Anastasia telah mempunyai ganggulan lain yaitu bipolar disorder tetapi tidak tertangani. Ketika sedang berada pada situasi tertekan Anastasia yang sifatnya perfeksionis berusaha keras menanggulangi situasi sendiri jadi akhirnya timbul beberapa kepribadian sebagai coping mechanism.

Anastasia mengaku sampai saat ini ia tetap menjalani terapi serta kepribadian yang lain telah mulai jarang muncul. Baginya kesusahan paling besar nasib dengan kondisi DID merupakan susah berteman sebab mempunyai tidak sedikit bukti diri.


Tetapi wanita yang seorang pegawai swasta ini positif dia sebuahsaat dapat lebih baik. Anastasia juga bersyukur dia punya kekasih bernama Yoandi yang dapat menjadi sahabat sekaligus sosok yang sangat mengerti dirinya.

Yoandi mengaku ia awalnya terbukti bimbang dengan kondisi Anastasia tetapi seusai mencari tahu lebih dalam mengenai DID dapat memahaminya. Bagi Yoandi kepribadian Anastasia yang lain telah dianggap sebagai kawan dekat yang dapat diajak bicara.

"Saya tidak menanggapi itu sebagai persoalan sebab saya juga telah tahu apa DID, bipolar, serta lain sebagainya. Saya santai-santai saja, seru-seru aja ketika ketemu kepribadian yang lain," pungkas Yoandi.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger